Minggu, 01 Desember 2013

Cara Budidaya Tanaman Cincau

Tanaman Cincau ( Cylia barbata ) termasuk tanaman yang tumbuh merambat, diameter batang kecil,  kulit batang kasap, panjang batangnya mampu mencapai belasan meter, dan daunnya berbentuk prisai, ada yang berbulu dan ada juga yang licin mengkilap tergantung jenisnya.   Tanaman ini mempunyai banyak nama lokal seperti cincau (Indonesia), camcao,  juju, kepleng (Jawa), camcauh, tahulu ( Sunda ),daluman (Bali) dan nama lokal lainnya.   Hasil olahan daun tanaman ini sangat digemari sebagai pencampur es dan minuman dingin lainnya.  
Daun tanaman ini yang kaya dengan klorofil/hijau daun dapat bermanfaat untuk mencegah hipertensi, sakit perut, 
dan akarnya dapat bermanfaat untuk mencegah demam dengan cara diseduh dan disaring lalu diminum biasa. Menurut penelitian para ahli, tumbuhan ini mengandung zat sejenis karbohidrat yang mampu menyerap air sehingga bisa menjadi padat, juga mengandung lemak dan lain-lain. 
Jenis-jenis cincau
Tanaman cincau terdiri dari berbagai macam jenis tanaman (spesies) yang dapat dilihat dari morfologi daunnya. Ada daunnya ang licin mengkilap seperti berminyak (daluman lengis, lengis = minyak (Bali) ), ada daunnya yang berbulu dengan daun lebar, ada yang daunnya agak kecil yang sering disebut cincau Thailand. Masing-masing jenis cincau ini memiliki rasa yang sedikit berbeda. Begitu juga penampilan hasil olahannya/kekentalannya yang berbeda-beda.  Yang paling banyak disukai adalah dari jenis cincau yang daunnya berbulu, karena memiliki rasa yang enak, serta tahan lama / tidak mudah mencair, dan hal ini dibuktikan bahwa setiap pedagang daun cincau di pasar, selalu menjual  jenis daun cincau ini.  Sedangkan jenis-jenis yang lainnya sangat jarang dijumpai dijual di pasar.  
Budidaya tanaman cincau cukup menguntungkan bagi petani yang mengusahakan.  Karena dipasar 1 kg daun tanaman cincau bisa dijual dengan harga mencapai Rp 40.000,-.  Terutama pada saat musim panas, namun pada saat musim hujan biasanya harganya lebih murah.  Bila dalam seharinya petani dapat menjual 5 kg, berarti kalau dijual langsung di pasar pendapatan yang diperoleh mencapai + Rp 200.000,-.  
Pembibitan
Ada beberapa cara untuk membuat bibit tanaman cincau yaitu dengan menyemai biji, dengan stek dan dengan cara merunduk.  Dimana cara-cara tersebut tergantung dari jenis tanaman cincau tersebut.  
Dengan biji
Ukuran biji cincau berbeda-beda, ada yang besar-besar dan ada yang sangat kecil  tergantung jenisnya, sehingga ada yang bisa dibiakkan dengan biji, namun ada yang sulit dibiakkan dengan biji.  Jenis tanaman cincau yang daunnya berminyak (daluman lengis) mempunyai biji yang besar.  Adapun cara membiakkan adalah sbb :
1.Pilihlah biji-biji yang sudah tua, yang ditandai dengan warna biji merah/hitam, biarkan beberapa lama sampai biji   tersebut mengering, dengan cara dibungkus dengan daun, atau ditaruh pada suatu tempat terlindung dari sinar matahari, yang penting bisa menjadi kering udara.
2.Siapkan tempat pesemaian, dari nyiru yang telah diisi tanah yang subur/ pupuk kandang/kompos, yang sudah betul-betul matang, sehingga tidak khawatir akan adanya tumbuh cendawan/ jamur, yang bisa mematikan biji yang telah tumbuh.
3.Tebarkan biji-biji cincau tersebut dalam tempat pesemaian yang telah disediakan, dan siram setiap saat bila diperlukan.  Yang penting pesemaian selalu lembab.
4.Taruh tempat pesemaian pada tempat yang teduh, dan terhindar dari serangan tikus, burung dan binatang lainnya yang 
kemungkinan akan memakan biji yang telah disemaikan.
5.Setelah pesemaian berumur + 6 minggu bibit bisa ditanam di lapangan.
6.Penyemaian bisa juga langsung dilakukan di poly bag, dan setelah besar baru ditanam di lapangan.
Dengan Stek
Tanaman cincau yang sering disebut cincau thailan, ini bisa diperbqnyak dengan menggunakan stek, dengan cara sebagai berikut :
1.Pilih stek yang agak tua, yang ditandai dengan batang berwarna kecoklatan dan sudah keras.
2.Pada stek yang terpilih usahakan masih ada sedikit daun;
3.Stek tersebut direndam dalam botol berisi air kurang lebih selama 1 minggu, yang ditandai dengan keluarnya akar –akar 
rambut pada buku yang terendam air.
4.Pindahkan stek tersebut ke dalam polybag, dengan hati-hati, agar akar-akar rambut yang tumbuh tidak putus.
5.Usahakan polybag tetap basah/lembab sampai beberapa hari;
6.Biarkan stek tumbuh sampai siap ditanam di lapangan.
Dengan cara merunduk.
Tanaman cincau merupakan tanaman yang beruas-ruas, khususnya pada jenis cincau thailan,  dimana pada setiap buku bisa keluar akar bila bersentuhan dengan tanah.  Oleh karena itu perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara merunduk, dengan cara sebagai berikut :
1.Siapkan beberapa ( 4 – 5 ) polybag yang telah berisi tanah yang subur + pupuk kandang/ kompos secukupnya;
2.Pilihlah salah satu cabang tanaman yang cukup panjang dan cukup tua yang ditandai bahwa batang cabang telah berwarna coklat dan sedikit mengeras, dengan membiarkan daun-daun masih tumbuh dalam batang tersebut;
3.Tanamlah batang tersebut pada polybag yang telah disiapkan, dengan ketentuan bahwa yang ditanam adalah buku-buku dalam ruas batang tersebut;
4.Ulangi penanaman pada polybag yang lain, pada ruas-ruas buku berikutnya, begitu seterusnya,  sehingga 1 batang tanaman bisa dirunduk sampai mendapatkan 4 – 5 bibit cincau.
5.Pada umur 1 – 2 bulan, bibit hasil rundukan tersebut bisa dipotong-potong untuk dipinahkan kelapangan.
Penanaman
Sebagaimana biasa dalam penanaman tanaman, pertama  kali mesti disediakan  lubang tanaman  yang telah diisi tanah subur/ pupuk kandang/ kompos secukupnya, sehingga nanti tanaman dapat tumbuh dengan subur.   Sebelum penanaman  agar telah disiapkan tiang panjatan tanaman.  Untuk tahap awal panjatan dapat dibuat dari bilahan bambu yang pendek, namun dengan bertambah tingginya tanaman maka tiang panjatan juga semakin tinggi, bisa dibuat dari bambu, atau bisa dipanjatkan pada pagar, sehingga mudah dalam memetiknya nanti.  Bahkan ada petani yang membuat panjatan dari tali ijuk yang digantung diatas tiang bambu, layaknya membuat kerekan bendera.  Bila daun-daun cincau sudah siap dipanen,  maka tali diturunkan, dan dinaikkan kembali bila sudah selesai panen.Panjatan dapat juga dilakukan dengan menggunakan tanaman yang lain, seperti tanaman bunga,  atau tanaman lainnya  yang kurang rajin berbuah.
Pemeliharaan
Pemeliharaan yang paling penting adalah menyiram tanaman setiap saat, lebih-lebih pada saat musim kemerau.  Bila tanaman kurang air akan menghasilkan daun-daun yang relatif kecil.Batang tanaman yang sudah tua secara alami akan mengering, sehingg perlu dilakukan pemotongan secara berkala, dan selanjutnya akan tumbuh tunas-tunas yang baru.  Biasanya kalau terlalu banyak cabang menyebabkan daun-daun yang tumbuh kecil-kecil.    ( Widi, Satpel, Tbn, Bali)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar