Jumat, 11 November 2016

Materi IPA Kelas III Tentang Perawatan Kesehatan Manusia dan Pengaruh Zat Makanan Tambahan

Perawatan Kesehatan Manusia
Kesehatan manusia perlu dijaga agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Manusia, terutama anak balita, mudah terserang penyakit. Hal ini terjadi karena sistem pertahanan tubuh anak balita belum bekerja secara sempurna. Sistem pertahanan tubuh berfungsi untuk melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
Salah satu upaya untuk menjaga agar anak balita tetap sehat adalah membawa anak balita ke balai pengobatan. Balai pengobatan yang dapat dituju, antara lain, posyandu, puskesmas, polindes, PKD atau rumah sakit, rumah praktek dokter. Di tempat tersebut, anak balita akan diperiksa kesehatannya dan / atau diimunisasi.
Imunisasi adalah suntikan kekebalan terhadap suatu penyakit.
Imunisasi yang diberikan, antara lain :
1. Imunisasi BCG berguna mencegah penyakit TBC.
2. Imunisasi DPT berguna mencegah penyakit dipteri, batuk rejan, dan tetanus.
3. Imunisasi polio berguna mencegah penyakit polio.
4. Imunisasi campak berguna mencegah penyakit campak. Pemberian imunisasi biasanya dilaksanakan di posyandu.
Selain pemberian imunisasi, pelayanan kesehatan lain yang diadakan di posyandu adalah penimbangan berat badan, pemberian makanan tambahan, dan penyuluhan kesehatan. Hasil penimbangan berat badan anak balita dicatat di dalam KMS (Kartu Menuju Sehat).
Berdasarkan data yang ditulis di dalam KMS akan dapat diketahui perkembangan berat badan anak balita setiap bulan. Dengan demikian, dapat diketahui apakah berat badannya cenderung naik, tetap, atau turun pada setiap bulannya.

Pengaruh Bahan Makanan Tambahan Buatan terhadap Kesehatan
Coba perhatikan jajanan yang umumnya dijual di sekolahmu! Apakah jajan tersebut berwarna-warni? Jajan yang berwarna-warni itu mengandung bahan makanan tambahan (zat aditif). Bahan makanan tambahan dapat berupa bahan pewarna, bahan pengawet, dan bahan penyedap. Bahan pewarna dapat membuat makanan menjadi lebih menarik.
1.   Bahan pewarna ada dua macam, yaitu :
a.   bahan pewarna alami, berasal dari tumbuhan misal : daun suji dapat menghasilkan warna hijau, wortel dan kunyit menghasilkan warna kuning, jeruk menghasilkan warna kuning atau jingga, daun jati warna merah. Bahan pewarna alami tidak berbahaya bagi tubuh
b.   bahan pewarna buatan. Misal pewarna makanan cap kuda, tetrazine dll. sedangkan bahan pewarna buatan berbahaya.
Mengapa? Karena apabila kita konsumsi terus-menerus, bahan pewarna buatan tersebut dapat meracuni tubuh kita. Bahan pewarna buatan dihasilkan di pabrik dan warnanya lebih terang daripada bahan pewarna alami.
2.   Jenis bahan makanan tambahan kedua adalah bahan pengawet. Bahan pengawet dapat membuat makanan menjadi tahan lebih lama.
a.   pengawet : Garam dan gula merupakan bahan pengawet alami. Garam digunakan untuk mengawetkan ikan. Ikan asin dapat tahan lebih lama daripada ikan segar. Sementara itu, gula dapat digunakan untuk mengawetkan buah-buahan.
b.   pengawet buatan. Makanan atau minuman dalam kemasan biasanya menggunakan pengawet buatan. Sodium Bensoat
Walaupun dapat tahan lebih lama, makanan yang diawetkan tetap akan membusuk. Makanan yang sudah membusuk berbahaya bagi kesehatan. Tanggal kedaluarsa merupakan petunjuk kapan makanan atau minuman kemasan mulai membusuk.
3.   Jenis bahan makanan tambahan ketiga adalah bahan penyedap. Bahan penyedap digunakan untuk lebih melezatkan masakan.
a.   Penyedap alami misalnya : Merica, ketumbar, dan bawang putih. Bahan penyedap alami umumnya tidak merusak kesehatan.
b.   Penyedap buatan misal Vetsin : sasa, micin, miwon.
Pemakaian bahan makanan tambahan buatan secara terus-
menerus dengan jumlah berlebihan dapat mengganggu kesehatan.
Mengapa? Karena zat ini terbuat dari bahan kimia.
Salah satu contoh penyakit berbahaya yang mungkin timbul adalah
Penyakit kanker, amandel. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati
Jika menggunakan bahan makanan tambahan buatan.
By Hadi S

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar